INVERTY APP (INCLUSIVE SMART ECONOMY APPLICATION): INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM UPAYA MENCIPTAKAN WORKPLACE YANG RAMAH DISABILITAS DAN BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN INCLUSIVE GROWTH

PENYUSUN

Khaisa Alifa Nadira dan Joseph Rezeki Hulu

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Pendahuluan

Dunia saat ini telah mengalami transformasi besar melalui digitalisasi yang mengubah cara kita hidup, bekerja, dan menjalankan ekonomi. Di tengah arus transformasi ini, metode pencarian kerja konvensional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun mulai menunjukkan berbagai keterbatasan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Hal ini terlihat dari berbagai data dan penelitian yang menunjukkan tingginya tingkat kesulitan pencari kerja dalam mendapatkan pekerjaan melalui metode  konvensional (Lukman et al., 2022). Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga menjadi tantangan global. World Economic Forum (2023) melaporkan bahwa 67% negara mengalami kesulitan serupa dalam transformasi sistem pencarian kerja konvensional ke digital. Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan bahwa pencarian kerja semakin menantang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari 7,93 juta pencari kerja aktif di Indonesia, sebanyak 65% mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan secara langsung, seperti melamar langsung ke perusahaan atau menghadiri bursa kerja. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mencapai 5,32% diperparah oleh keterbatasan informasi lowongan kerja secara konvensional,
di mana 42,7% pencari kerja menyatakan sulit mengakses informasi lowongan pekerjaan (Kemnaker, 2023). Jobstreet Indonesia (2023) mengungkapkan 1.500 responden pencari kerja, 78% merasa metode pencarian kerja konvensional membutuhkan waktu lebih lama dengan tingkat keberhasilan yang rendah, dengan waktu tunggu mencapai 6-8 bulan untuk mendapatkan panggilan wawancara. Di tengah tantangan pencarian kerja yang sudah kompleks ini, situasi menjadi jauh lebih menantang bagi kelompok tertentu dalam masyarakat (Putri dan Abdurrahman, 2023). Tantangan besar masih menghadang kemajuan transformasi digital ini. Salah satunya adalah rendahnya keterlibatan saudara-saudara kita penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi (Bahrudin, 2022). Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa dari sekitar 21 juta penyandang disabilitas di Indonesia, hanya sekitar 11% yang bekerja di sektor formal. Transformasi digital yang seharusnya menjadi jembatan penghubung, justru menjadi jurang pemisah karena sistem perekrutan berbasis Artificial Intelligence dan platform kerja digital tidak menyediakan fitur yang memudahkan akses bagi penyandang disabilitas (Hidayatulla, 2022). Perkembangan Artificial Intelligence telah menciptakan peluang baru dalam menciptakan workplace yang inklusif. Menurut laporan McKinsey (2023), implementasi AI di Asia Tenggara mendorong pertumbuhan produktivitas hingga 50% di berbagai sektor. Teknologi AI memiliki potensi dalam menciptakan interface seperti pengenalan suara untuk tuna netra, sistem kendali gerak untuk tuna daksa, atau asisten virtual yang memahami bahasa isyarat untuk tuna rungu, yang merupakan landasan dalam pengembangan platform yang lebih ramah disabilitas (Nurjaman et al., 2024).

Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif, Inverty App (Inclusive Smart Economy Application) hadir sebagai solusi inovatif yang mengintegrasikan Artificial Intelligence untuk menciptakan workplace yang ramah disabilitas dan berkelanjutan. Platform ini dirancang dengan pendekatan Inclusive Growth yang menekankan pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan semua lapisan masyarakat untuk memastikan pemerataan akses dan kesempatan bagi semua, khususnya penyandang disabilitas, dalam lingkungan kerja digital. Melalui integrasi AI yang terencana melalui implementasi sistem berbasis Natural Language Processing dan Computer Vision, Inverty App bertujuan membangun ekosistem workplace yang tidak hanya produktif, tetapi juga inklusif danberkelanjutan, dengan memudahkan akses lapangan pekerjaan dan memberikan aksesibilitas penuh bagi penyandang disabilitas.

Pembahasan

Digitalisasi telah menciptakan transformasi besar dalam berbagai sektor ekonomi dan sosial, termasuk penciptaan lapangan kerja (workplace) (Jannah et al., 2024). Dalam konteks inklusif, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru untuk membangun workplace yang ramah bagi penyandang disabilitas. Data AI mampu meningkatkan produktivitas hingga 50% di berbagai sektor melalui penerapan teknologi seperti Natural Language Processing (NLP) dan Computer Vision (CV) (Liu et al., 2021). Natural Language Processing (NLP) dan Computer Vision (CV) merupakan teknologi yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) ke dalam aplikasi digital, menghasilkan solusi yang cerdas dan inovatif. NLP, dapat digunakan untuk mengembangkan chatbot interaktif yang mampu memahami konteks percakapan, memungkinkan layanan pengguna yang responsif. Selain itu, penerjemahan multibahasa berbasis NLP mendukung aplikasi lintas negara dalam berbagai sektor seperti Ekonomi (Guo et al., 2020). Di sisi lain, CV memungkinkan analisis visual yang canggih, seperti deteksi objek dan wajah dalam aplikasi serta analisis gambar yang akurat. Integrasi NLP dan CV semakin memperkaya akses pengguna, misalnya melalui aplikasi pembelajaran yang dapat membaca teks dari gambar dan memberikan penjelasan secara audio, atau sistem e-commerce yang memahami deskripsi produk dengan NLP dan mencocokkannya dengan katalog menggunakan CV (Khan, 2021). Gambar 1. Diagram Diagram alur penerapan Natural Language Processing (NLP) Namun, kesenjangan aksesibilitas tetap menjadi tantangan. Di Indonesia, hanya 11% dari 21 juta penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal (Hidayatulla, 2022). Transformasi digital dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan ini dengan menghadirkan platform yang inklusif dan berkelanjutan seperti Inverty App, yang dirancang berdasarkan pendekatan Inclusive Growth. Inverty App adalah platform digital berbasisi Artficial intelegence (AI) yang dirancang untuk menciptakan workplace yang inklusif ramah disabilitas. Aplikasi ini mengintegrasikan pendekatan inclusive Growth, yang memastikan akses yang merata bagi semua kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Aplikasi ini tidak hanya membantu pengguna menemukan pekerjaan, tetapi juga membimbing mereka dalam merencanakan dan mengembangkan karier melalui rekomendasi berbasis AI melalui implementasi sistem berbasis Natural Language Processing dan Computer Vision. Inverty App dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna dan dilengkapi fitur-fitur menarik untuk memudahkan interaksi dan praktis. Setiap langkah dalam perjalanan pengguna di aplikasi ini diatur dengan alur yang jelas dan terstruktur, mulai dari pendaftaran hingga mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi. Diagram alir berikut menggambarkan mekanisme kerja aplikasi secara rinci, menunjukkan bagaimana pengguna dapat memanfaatkan fitur-fitur seperti pencocokan pekerjaan, pelatihan keterampilan, dan pembangunan resume, serta bagaimana AI memproses data untuk memberikan hasil yang relevan dan efektif. Ketika aplikasi pertama kali diakses, pengguna akan diperkenalkan dengan tampilan splash screen yang menampilkan logo Inverty App. Setelah beberapa detik, pengguna akan diarahkan ke halaman masuk atau daftar untuk mengaksesmenu aplikasi ini. Setelah berhasil masuk, pengguna akan diarahkan ke halaman utama yang terdiri menu yang sangat menarik dan berguna bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Berikut penjelasan mengenai menu dan fitur dari Inverty App:

1. Menu Beranda memanfaatkan AI dengan NLP untuk merekomendasikan konten sesuai minat pengguna, termasuk feed reels, live, dan unggahan. Teknologi CV menganalisis elemen visual, sementara NLP menyediakan narasi audio bagi tunanetra dan transkripsi otomatis bagi tunarungu, memastikan aksesibilitas bagi semua pengguna.

2. Menu Loker memanfaatkan AI dengan NLP untuk mencocokkan lowongan kerja dengan profil pengguna, sementara CV memindai dokumen dan mengonversinya ke teks. NLP juga menyediakan narasi audio bagi tunanetra, serta filter pintar membantu pengguna menemukan pekerjaan sesuai keterampilan dan preferensi.

3.Menu AI Career Advisor menyediakan bimbingan karier berbasis AI dengan empat fitur utama: Up Skill, Resume Builder, Career Plan, dan Jobs Trends.

  • Up Skill: Fitur ini merekomendasikan kursus dan pelatihan berbasis NLP serta mengintegrasikan elemen visual dengan teknologi CV untuk meningkatkan keterampilan kerja.
  • Resume Builder: NLP membantu menyusun resume dengan menganalisis keterampilan dan pengalaman yang relevan. Teknologi CV memungkinkan pemindaian sertifikat untuk otomatis menambahkan detail sesuai standar industri.
  • Career Plan: Fitur ini menggunakan AI untuk merancang jalur karier sesuai profil pengguna, termasuk aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
  • Jobs Trends: Fitur ini menggunakan NLP untuk menganalisis tren pekerjaan dan CV untuk memvisualisasikan data, membantu pengguna menyesuaikan rencana karier dengan kondisi pasar.

4.Menu Maps: Teknologi CV mendeteksi lokasi UMKM, kuliner, dan lowongan kerja, sementara NLP menyediakan deskripsi, menafsirkan ulasan, serta memberi navigasi real-time dan pemindaian rambu bagi penyandang disabilitas. 

5.Menu Marketplace: Teknologi CV mengidentifikasi produk UMKM untuk kemudahan pencarian, sementara NLP menghasilkan deskripsi, narasi audio, dan analisis ulasan pelanggan guna meningkatkan pengalaman belanja.

inverty App memiliki sejumlah keunggulan yang dapat mendorong terciptanya workplace inklusif dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas. Aplikasi ini dirancang untuk membantu mengatasi tantangan aksesibilitas dalam dunia kerja sekaligus meningkatkan peluang ekonomi yang merata. Dengan pendekatan berbasis Artificial Intelligence, Inverty App memberikan solusi yang mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas melalui akses mudah ke pelatihan, informasi pekerjaan, dan perencanaan karier. Di era digital yang terus berkembang, Inverty App diharapkan menjadi jembatan penghubung antara pencari kerja dan workplace yang inklusif. Dengan memprioritaskan aksebilitas, aplikasi ini dilengkapi dengan antarmuka ramah pengguna. Dengan memprioritaskan aksebilitas, aplikasi ini dilengkapi dengan, fitur narasi suara untuk tunatera, serta dukungan terjemahan bahasa isyarat untuk tunarungu. Dengan Pendekatan ini, Inverty App memberikan solusi nyata untuk mengatas kesenjangan aksebilitas di dunia kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Inverty App adalah aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk menciptakan ekosistem kerja inklusif, ramah disabilitas, dan berkelanjutan melalui pendekatan Inclusive Growth. Dengan fitur pencocokan pekerjaan, pelatihan keterampilan, dan integrasi marketplace, aplikasi ini mendukung penyandang disabilitas dalam mengakses peluang kerja, mengembangkan karier, serta meningkatkan keterampilan melalui teknologi Natural Language Processing (NLP) dan Computer Vision (CV). Aplikasi ini bertujuan untuk mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dengan menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Meskipun ada tantangan, Inverty App berpotensi menjadi solusi strategis dalam pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas dan mempercepat transformasi digital di sektor tenaga kerja.

Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik. “Booklet Sakernas Agustus 2023” 6, no. 2 (2023). https://www.bps.go.id/id/publication/2023/12/22/ffb3e2d42b94d727d97e7 8d8/booklet-survei-angkatan-kerja-nasionalagustus-2023.html.
Bahrudin, E. A. A. (2022). Advokasi Pekerjaan Sosial Terhadap Diskriminasi Pada
Advocacy of Social Work Against Discrimination of Persons. KHIDMAT
SOSIAL: Journal of Social Work and Social Services, 3(2), 130–138.
Guo, J., He, H., He, T., Lausen, L., Li, M., Lin, H., … & Zhu, Y. (2020). Gluoncv
and gluonnlp: Deep learning in computer vision and natural language
processing. Journal of Machine Learning Research, 21(23), 1-7.
Hidayatulla, F. (2022). Penerapan Kuota Pekerja Bagi Penyandang Disabilitas pada
BUMN dan BUMND di DKI Jakarta. Journal of Constitutional Law and State
Administration Law, 1(13), 23–38.
Jannah, A. M., Maulidiyah, I., Firdaus, L. F., Khurriyah, N., & Masnawati, E.
(2024). PERAN DIGITALISASI DALAM MEMBENTUK INTERAKSI
KOMPLEKSITAS MANUSIA DAN EKONOMI MAKRO. 1192, 304–317.
Kemnaker.go.id. (2023). Assesment Jaringan dan Keamanan Teknologi Informasi
Ketenagakerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan RI.

https://bbplkmedan.kemnaker.go.id/assesment-jaringan-dan-keamanan-
teknologi-informasi-ketenagakerjaan/

Khan, A. A., Laghari, A. A., & Awan, S. A. (2021). Machine learning in computer
vision: a review. EAI Endorsed Transactions on Scalable Information
Systems, 8(32), e4-e4.
Lukman, L., Rosmegawati, & Sinambela, T. (2022). Potensi Industri Kreatif dalam
Memanfaatkan E-Commerce di Era New Normal. Prosiding Seminar
Nasional Universitas Borobudur, 2007, 3–11.
https://prosiding.borobudur.ac.id/index.php/1/article/download/4/1
McKinsey Global Institute. (2023). Jobs Lost, Jobs Gained: Workforce Transitions

in a Time of Automation. Diakses dari: https://www.mckinsey.com/featured-
insights/futureof-work/jobs-lost-jobs-gained-what-the-future-of-work-will-
mean-for-jobs-skillsand-wages.

Nurjaman, I., Utomo, F. S., & Hermanto, N. (2024). Penerapan REST API Laravel
sebagai Fondasi Back-end Aplikasi G-MOOC 4D. Journal of Informatics and
Interactive Technology, 1(1), 9-18.
Putri, R. L., & Abdurrahman, A. (2023). Pengaruh Employer Branding, Reputasi
Perusahaan dan Informasi Sosial Media Terhadap Niat Melamar Pekerjaan
Generasi Milenial dan Generasi Z. Innovative: Journal Of Social Science
Research, 3(3), 10844-10861.
World Economic Forum. (2023). Future of Jobs Report 2023.
https://www.weforum.org/reports/the-future-of- jobs-report-2023/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *