Penulis
Wahyudi
Jurnal
Prosiding Seminar Akademik Tahunan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan 2020
Reviewer
Neti Yatmi Dwiyana
Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan. Perekonomian nasional selama ini menunjukkan trend pertumbuhan positif. Tahun 2016, perekonomian nasional tumbuh 5,03 %, meningkat menjadi 5,07 % pada tahun 2017, dan tahun 2018 5,17 %. Berbeda dengan kondisi nasional, dalam dua tahun terakhir (2017- 2018) beberapa provinsi mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi. Terdapat 16 provinsi yang pertumbuhan ekonominya mengalami penurunan, dan hanya 10 provinsi yang peningkatan pertumbuhan ekonominya melampaui nasional. Daerah yang peningkatan pertumbuhan ekonominya paling tinggi adalah Papua (2,69 %). Meskipun pertumbuhan ekonomi tidak secara otomatis memberi jawaban terhadap berbagai persoalan kesejahteraan, namun menjadi syarat keharusan dan kecukupan (necessary and sufficient condition) dalam mengurangi kemiskinan.
Tujuan
Untuk untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah provinsi untuk pendidikan dan kesehatan serta untuk infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di Indonesia
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksplanasi.
Hasil
Hasil pengujian variabel pengeluaran pemerintah provinsi pendidikan dan kesehatan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sedangkan hasil pengujian variabel pengeluaran pemerintah provinsi untuk infrastruktur secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Hasil pengujian variabel pengeluaran pemerintah provinsi untuk infrastruktur secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sedangkan hasil pengujian variabel pengeluaran pemerintah provinsi pendidikan dan kesehatan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia.
Kesimpulan
pengeluaran pemerintah provinsi untuk pendidikan dan kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sedangkan pengeluaran pemerintah provinsi untuk infrastruktur berpengaruh signifikan. Selanjutnya, pengeluaran pemerintah provinsi untuk pendidikan dan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia, sedangkan pengeluaran pemerintah provinsi untuk infrastruktur tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi di Indonesia untuk memfokuskan optimalisasi anggaran pada belanja urusan wajib (mandatory spending) dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan. Mengingat aktivitas ekonomi membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, maka komposisi pengeluaran pemerintah provinsi untuk infrastruktur secara terus menerus perlu ditingkatkan, dengan memperhatikan efek stimulusnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan di Indonesia.