PENYUSUN
Puan Nazwa Abdillah dan Sholekha Ramadani
UNIVERSITAS
Pendahuluan
Pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan merupakan pilar penting bagi kemajuan suatu bangsa, Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin ke-8 yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak terus berupaya mengentaskan kemiskinan demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal. Meski demikian, data dari Badan Pusat Statistik (2024) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 hanya mencapai 5,1%, sedikit menurun dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebesar 5,3%. Penurunan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global dan domestik.
Dalam konteks perekonomian nasional, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran yang sangat signifikan. UMKM tidak hanya membantu dalam penyediaan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi besar terhadap pendapatan rumah tangga dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, pada tahun 2023 terdapat sekitar 66 juta pelaku UMKM di Indonesia menyumbang sekitar 61% dari total PDB nasional, setara dengan Rp9.580 triliun. Selain itu, UMKM menyerap sekitar 117 juta tenaga kerja yang mewakili 97% dari total tenaga kerja di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan memiliki potensi besar dalam menstimulus pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Di sisi lain, ternyata juga masih ada berbagai masalah yang harus dihadapi pelaku UMKM di Indonesia. Hapsari dkk (2024) menemukan bahwa terdapat enam aspek permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Enam permasalahan tersebut antara lain adalah sulit memperoleh izin usaha, inovasi produk, teknologi, pemasaran dan distribusi, permodalan serta Sumber Daya Manusia (SDM). Dari enam aspek tersebut kendala terbesar yang dialami oleh sebagian besar pelaku UMKM adalah pada aspek teknologi dan masalah permodalan.
Berbagai program dan inovasi muncul untuk membantu pemecahan masalah bagi UMKM. Perihal sumber daya modal, pemerintah telah menyediakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai akses pembiayaan bagi UMKM (Kredit Usaha Rakyat, 2023). Adapula membina ekonomi keluarga sejahtera (PNM Mekar) yang memberikan layanan khusus bagi perempuan prasejahtera (PT Permodalan Nasional Madani, 2023). Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, ada beberapa program seperti GoUKM Training Center yang memberikan pelatihan usaha bagi pemula (PT Eventama Solusi Kreatif, 2023). Program kartu prakerja juga ditujukan untuk pengembangan kompetensi kerja dibidang kewirausahaan (Prakerja, 2023) serta berbagai fasilitas pelatihan di internet. Akan tetapi, masih ditemukan kekurangandari inovasi tersebut meliputi aksesibilitas setiap orang terbatas karena perlu mengikuti seleksi, program yang disediakan berbayar, tidak ada program mentoring lebih lanjut, beberapa program hanya mengatasi masalah permodalan atau pelatihan saja dan kurang melibatkan mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki berbagai ide kreatif. Kualitas sumber daya manusia, ada beberapa program seperti GoUKM Training Center yang memberikan pelatihan usaha bagi pemula (PT Eventama Solusi Kreatif,2023).
Program kartu pra kerja juga ditujukan untuk pengembangan kompetensi kerja di bidang kewirausahaan (Prakerja, 2023) serta berbagai fasilitas pelatihan di internet. Akan tetapi, masih ditemukan kekurangan dari inovasi tersebut meliputi aksesibilitas setiap orang terbatas karena perlu mengikuti seleksi, program yang disediakan berbayar, tidak ada program mentoring lebih lanjut, beberapa program hanya mengatasi masalah permodalan atau pelatihan saja serta kurang melibatkan mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki berbagai ide kreatif.
Pembahasan
Penjelasan Pengembangan Aplikasi Syneriq:
a.Empathize (Empati)
Tujuan utama dari tahap ini adalah memahami masalah dan kebutuhan pengguna aplikasi, yaitu generasi muda dan pelaku UMKM. Langkah-langkah yang bisa dilakukan diantaranya adalah melakukan wawancara, observasi, dan survei kita bisa mengetahui tantangan yang mereka hadapi, seperti kesulitan mengakses modal, kurangnya pelatihan bisnis serta keterbatasan platform untuk berbagi ide bisnis. Memahami permasalahan ini penting agar solusi yang ditawarkan tepat sasaran.
b.Define (Definisi) Setelah mengumpulkan data, langkah selanjutnya adalah mendefinisikan masalah utama. Dalam konteks Syneriq, masalah yang sering dihadapi pengguna adalah kurangnya akses ke pendanaan serta pelatihan bisnis yang memadai. Oleh karena itu, masalah yang akan diatasi adalah bagaimana memberikan solusi yang terintegrasi antara pembinaan bisnis dan akses modal untuk membantu mereka mengembangkan bisnis secara efektif dan berkelanjutan.
c.Ideate (Ideasi) Esensi dari tahap ini, tim pengembang mulai berfokus pada pengembangan ide-ide kreatif untuk memecahkan masalah yang sudah didefinisikan. Ide yang dihasilkan termasuk menyediakan platform berbagai ide bisnis, seperti resep makanan, kerajinan, atau produk fashion. Selain itu, aplikasi akan menyediakan pelatihan bisnis yang komprehensif, membantu pengguna mengasah keterampilan mereka serta integrase platform pendanaan yang memudahkan akses ke modal.
d.Prototype (Prototipe) Setelah ide-ide disusun, langkah berikutnya adalah membuat prototipe aplikasi Syneriq. Prototipe ini mencakup fitur-fitur utama seperti berbagi ide bisnis, pelatihan online, dan sistem pendanaan. Prototipe bertujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai tampilan dan fungsionalitas aplikasi serta menguji kelayakan dari solusi yang dirancang. e. Test (Uji Coba) Tahap terakhir adalah menguji prototipe aplikasi dengan pengguna sebenarnya, seperti pelaku UMKM dan pengusaha muda. Umpan balik dari pengguna akan sangat penting dalam mengevaluasi apakah solusi yang ditawarkan efektif dalam mengatasi masalah yang telah didefinisikan. Berdasarkan hasil pengujian, dilakukan perbaikan dan penyempurnaan sebelum aplikasi diluncurkan secara resmi.
Penjelasan Flowchart:
1. Pengguna melakukan login atau daftar akun
2. Pengguna masuk ke dalam tampilan menu aplikasi
3. Tampilan Menu meliputi:
a) Edukasi untuk mengetahui video tips dan trik dalam UMKM
b) Survey untuk mengetahui peluang usaha
c) Ide inovasi untuk mendapatkan peluang ide usaha
d) Konsultasi untuk terhubung dengan konsultasi bisnis
e) Modal untuk memperoleh informasi permodalan
f) Komunitas untuk terhubung dengan komunitas rekan usaha
g) Kinerja untuk mengetahui perkembangan usaha
h) UMKM News untuk membagikan berita terbaru seputar UMKM
Tabel Perbandingan kartu prakerja, Goukm.id, dan Syneriq
Kesimpulan
Berdasarkan informasi dari tabel, diketahui bahwa program kartu prakerja dan website Goukm.id memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, gagasan terkait aplikasi Syneriq tentunya memiliki keunggulan tersendiri yaitu memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap. Aplikasi Syneriq ini berfokus pada pembinaan dan pendanaan. Dalam pengimplementasinnya, aplikasi Syneriq menjadi sebuah platform untuk memperkenalkan berbagai produk kuliner dan kerajinan dari seluruh penjuru negeri. Aplikasi ini memiliki layanan peminjaman modal yang menghubungkan antara pemilik usaha dengan lembaga keuangan terkait pada bisnis mereka. Selain itu, pengguna juga dapat mengajukan proposal bisnis dan berkonsultasi terkait pengembangan bisnis kepada mentor yang dipilih. Dalam merealisasikan aplikasi Syneriq, penulis akan bekerjasama dengan beberapa stakeholder diantaranya yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Daerah sebagai pemberi izin dan mendukung bantuan sumber dana, Ahli IT sebagai tenaga ahli dalam perancangan teknologi serta pengembangan fitur, OJK sebagai pengawas lembaga keuangan serta untuk mencegah terjadinya penghimpunan dan sistem keuangan secara illegal, Angel investor sebagai pihak yang memberikan pinjaman dana, dan mahasiswa/masyarakat sebagai penyumbang ide gagasan serta komunitas UMKM berkontribusi dalam promosi aplikasi kepada anggota mereka. Syneriq aplikasi yang dirancang untuk membantu pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui solusi digital yang inovatif. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur yang mendukung efisiensi operasional, pengelolaan keuangan, dan pemasaran digital. Dengan menghadirkan layanan berbasis teknologi, Syneriq bertujuan untuk memudahkan UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis, seperti keterbatasan akses pasar dan manajemen keuangan yang kurang optimal. Selain itu, penerapan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM di era digitalisasi. Syneriq diharapkan menjadi sarana efektif dalam mengangkat potensi kuliner, craft¸dan fashion sehingga dapat menciptakan peluang pekerjaan baru serta menjadi pionir utama bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Daftar Pustaka
Afria, J., & Suharsono, N. (2023). Penggunaan Media Sosial Pada Minat Berwirausaha Melalui Kreativitas Anak Muda Kota Amuntai. Manajemen dan Kewirausahaan, 4(1), 1-16.
Hapsari, R. I., Adhisuwignjo, S., Alia, N., Perdana, F. A., Kusmintarti, A., & Melani, E. (2024). Collaboration between Vocational Higher Education and UMKM towards National Empowerement. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 365-374.
Kuswinardi, J. W., Batilmurik, R., Widianingsih, B., Darussalam, A. Z., Walenta, A. S., & Manuhutu, A. (2024). Pengaruh Mindset Transformasi Digital terhadap Peningkatan Bisnis UMKM. Indonesian Research Journal on Education, 4(3), 504-511.
Nurani, N., Hermina, N., Oktari, S. D., Marinda, V. S., & Budiawan, A. (2024). Mendorong Perubahan Mindset Dan Perlindungan Hak Cipta Karya Digital Dalam Mengakselerasi Transformasi Digital Untuk Menjadikan Umkm Kota Bandung Naik Kelas. Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 5(2).
Yolanda, C. (2024). Peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 2(3), 170-186.