MANTAB: Inovasi Mandai Tabur sebagai Upaya Mendukung Perekonomian Daerah Melalui Pangan Kreatif dalam Perwujudan Sustainable Development Goal ke-8
Oleh: Aprilia Ananda | 18 March 2026
Di tengah kekayaan kuliner tradisional Indonesia yang mencapai ribuan jenis, mandai sebagai pangan fermentasi khas Kalimantan Selatan masih menghadapi tantangan dalam hal daya saing pasar. Meskipun memiliki cita rasa khas, nilai gizi tinggi, serta potensi sebagai sumber probiotik, mandai belum mampu bersaing dengan pangan modern akibat penyajian yang monoton dan kurang praktis. Akibatnya, lingkup penjualan mandai terbatas dan belum memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian daerah, meskipun berbagai upaya promosi telah dilakukan.
ManTab hadir sebagai inovasi pangan kreatif yang mentransformasi mandai menjadi produk taburan praktis dengan beragam pilihan rasa, seperti original, iwak bekasam, cabai hiyung, dan kalakai. Produk ini dikemas dalam desain menarik dan ramah lingkungan, serta diproduksi melalui proses fermentasi dan pengolahan yang terjaga kualitasnya. Dengan harga terjangkau dan keunggulan kompetitif dibanding produk sejenis, ManTab tidak hanya memperluas jangkauan pasar mandai, tetapi juga berperan dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM dan industri pangan lokal, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goal ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Kembali ke daftar esai