PANDU: Inovasi Tongkat Teleskopik Berbasis AI dan IoT Terintegrasi Mobile Application sebagai Alat Bantu Mobilitas Mandiri Tunanetra dalam Mewujudkan Kesetaraan di Ruang Publik
Oleh: Afan Rico Al Rauf | 18 March 2026
Di tengah tingginya jumlah penyandang disabilitas di Indonesia, khususnya tunanetra yang mencapai jutaan jiwa, aksesibilitas di ruang publik masih menjadi tantangan besar. Trotoar yang rusak, minimnya sistem navigasi yang adaptif, serta ketergantungan pada tongkat konvensional membuat mobilitas tunanetra tidak aman dan membatasi kemandirian mereka. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kepedulian sosial dan pendekatan infrastruktur yang masih bersifat statis, sehingga kesenjangan aksesibilitas semakin nyata dan menghambat terciptanya ruang publik yang inklusif.
PANDU hadir sebagai solusi inovatif berupa tongkat teleskopik berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan aplikasi mobile. Dilengkapi dengan fitur deteksi objek real-time menggunakan model YOLOv11, navigasi rute terhubung Google Maps, serta tombol darurat (SOS) yang terpantau pendamping, sistem ini mampu memberikan informasi lingkungan secara audio dan getaran. Dengan bobot ringan dan desain ergonomis, PANDU tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kemandirian tunanetra, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesetaraan di ruang publik serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target reduced inequalities.
Kembali ke daftar esai