Kebijakan Moneter di Indonesia

Penulis
Bayu Aria Pratama, Nadilla Retno Aji, dan Firdiana
Jurnal
Jurnal Inovasi Akuntansi dan Manajemen Bisnis
Reviewer
Ridhania Vistya Kareen

Latar Belakang
Uang memiliki peran yang sangat penting dalam peradaban manusia. Jika jumlah uang yang beredar tidak terkendali, hal ini bisa menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian secara keseluruhan, seperti kenaikan harga melebihi batas normal (inflasi) atau kelesuan ekonomi. Kondisi ini mendasari upaya pemerintah atau otoritas moneter untuk mengendalikan jumlah uang beredar, yang dikenal sebagai kebijakan moneter.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengendalian uang dalam konteks kebijakan moneter yang berlaku di Indonesia.
Metode
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi.
Hasil dan Pembahasan
Krisis moneter 1997 di Indonesia berubah menjadi krisis ekonomi akibat spekulan asing, kebijakan fiskal-moneter yang tidak konsisten, defisit neraca berjalan, dan penarikan modal asing. Sebagai respons, Bank Indonesia mengendalikan likuiditas pasar uang. Artikel tersebut juga mengulas jalur transmisi kebijakan moneter, sistem nilai tukar, dan kebijakan devisa.
Kesimpulan
Krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997 berkembang menjadi krisis ekonomi karena spekulan asing, kebijakan fiskal dan moneter yang tidak konsisten, defisit neraca berjalan, dan penarikan modal oleh investor asing. Sepanjang sejarahnya, Indonesia juga pernah menerapkan sistem devisa terkontrol, di mana devisa dibagi menjadi Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Devisa Umum (DU) sesuai dengan UU No. 32 Tahun 1964.
« Kembali ke daftar judul