Hubungan Suku Bunga dan Inflasi: Studi Empiris di Indonesia
Penulis
Adinda Maharani Suseno dan Lestari Agusalim
Jurnal
Journal of Economic, Management, and Entrepreneurship
Reviewer
Ridhania Vistya Kareen
Latar Belakang
Penelitian ini menganalisis efektivitas kebijakan moneter di Indonesia melalui jalur suku bunga terhadap inflasi. Secara teoritis, kenaikan suku bunga seharusnya dapat menurunkan inflasi dengan menekan konsumsi dan investasi. Namun, hubungan ini tidak selalu sederhana dan dipengaruhi oleh faktor lain seperti ekspektasi inflasi, kebijakan fiskal, dan kondisi pasar global. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa suku bunga Bank Indonesia memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap inflasi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga terhadap inflasi di Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan penting tentang bagaimana mekanisme ini bekerja dan menunjukkan perbedaan pengaruh antara suku bunga Bank Indonesia dengan suku bunga deposito dan suku bunga kredit terhadap inflasi.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode Data Sekunder yang mencakup suku bunga Bank Indonesia (rSBI), suku bunga deposito (rDEPO), suku bunga kredit (rKRDT), dan tingkat inflasi di Indonesia. Data ini diambil dari sumber resmi seperti Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan rentang waktu bulanan dari Januari 2011 hingga Desember 2023. Untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut, penelitian ini menggunakan model Error Correction Model (ECM). Model ini dipilih karena memungkinkan identifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang di antara variabel yang terintegrasi (memiliki kointegrasi).
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian, suku bunga Bank Indonesia (rSBI) memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap inflasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kenaikan rSBI akan memicu kenaikan inflasi. Sebaliknya, suku bunga deposito (rDEPO) dan suku bunga kredit (rKRDT) menunjukkan pengaruh yang berbeda. Kedua suku bunga ini tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, keduanya menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, artinya kenaikan suku bunga deposito dan kredit akan menurunkan inflasi. Hal ini terjadi karena kenaikan suku bunga deposito mendorong masyarakat untuk menabung lebih banyak, sementara kenaikan suku bunga kredit menekan konsumsi dan investasi.
Kesimpulan
Kenaikan suku bunga Bank Indonesia (rSBI) secara signifikan meningkatkan inflasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Meskipun tujuannya untuk mengendalikan inflasi, kenaikan suku bunga ini justru menaikkan biaya pinjaman yang mendorong harga barang dan jasa naik. Sebaliknya, suku bunga deposito dan kredit tidak memiliki dampak signifikan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang, keduanya justru dapat menurunkan inflasi. Hal ini karena kenaikan suku bunga deposito mendorong masyarakat untuk menabung, sementara kenaikan suku bunga kredit menekan konsumsi dan investasi.
« Kembali ke daftar judul