"Efek Inflasi terhadap Daya Beli Masyarakat pada Tinjauan Ekonomi Makro "

Penulis
Ahmad Rizani, Rezki Akbar Norrahman, Iwan Harsono, Afif Syarifudin Yahya, dan Dian May Syifa
Jurnal
Journal Of International Multidisciplinary Research
Reviewer
Jovanka Jans Gabriella

Latar Belakang
Fenomena inflasi telah menjadi perhatian utama dalam disiplin ekonomi makro. Inflasi merupakan suatu kondisi di mana harga-harga barang dan jasa secara umum mengalami kenaikan seiring berjalannya waktu(Anggadini dkk., 2023). Perubahan tingkat inflasi memiliki dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek ekonomi, salah satunya adalah daya beli masyarakat (NOVIANI, 2022). Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami fluktuasi tingkat inflasi yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Inflasi yang tidak terkendali dapat merugikan daya beli masyarakat, memperumit perencanaan keuangan, serta memberikan tekanan ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, penelitian mengenai efek inflasi terhadap daya beli masyarakat menjadi relevan untuk mengeksplorasi dinamika interaksi antara variabel ekonomi makro ini.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat di Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhinya seperti suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran, serta mengeksplorasi pola atau tren interaksi antara inflasi dan daya beli. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa inflasi yang tinggi menurunkan daya beli, terutama bagi kelompok berpendapatan rendah, sementara inflasi terkendali memberi dampak lebih terbatas. Konsumen merespons dengan mengubah pola belanja, fokus pada kebutuhan pokok, mencari produk yang lebih terjangkau, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi, sedangkan pelaku usaha menyesuaikan harga, diversifikasi produk, dan meningkatkan efisiensi. Faktor-faktor makro seperti suku bunga tinggi menekan konsumsi, sedangkan pertumbuhan ekonomi stabil dan rendahnya pengangguran mendukung daya beli, sehingga pemahaman ini penting sebagai dasar kebijakan ekonomi yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara inflasi dan daya beli masyarakat. Metode kualitatif dipilih karena dapat menyediakan konteks dan kompleksitas yang lebih baik dalam menjelaskan fenomena ekonomi makro ini. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk melakukan wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan seperti ekonom, pelaku bisnis, dan konsumen. Wawancara akan difokuskan pada persepsi, pengalaman, dan pandangan terhadap dampak inflasi pada daya beli, serta strategi yang digunakan untuk menghadapi perubahan tersebut.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi memiliki dampak langsung pada daya beli masyarakat, di mana kenaikan harga barang dan jasa mengurangi kemampuan konsumen dalam memenuhi kebutuhan, terutama jika tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan. Pada periode inflasi tinggi, daya beli menurun drastis terutama pada kelompok berpenghasilan rendah, sedangkan dalam kondisi inflasi terkendali dampaknya lebih terbatas. Konsumen merespons dengan strategi adaptif seperti mengurangi konsumsi barang non-esensial, beralih ke produk yang lebih murah, memanfaatkan promosi, serta menggunakan teknologi digital untuk berbelanja lebih efisien. Sementara itu, pelaku usaha menyesuaikan harga, melakukan diversifikasi produk, dan meningkatkan efisiensi operasional agar tetap bertahan. Faktor-faktor makro seperti suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran berperan penting dalam memperkuat atau melemahkan daya beli. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan ekonomi yang responsif dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah fluktuasi inflasi.
Kesimpulan
Dampak perubahan tingkat inflasi terhadap fluktuasi daya beli masyarakat perubahan tingkat inflasi dapat berkontribusi secara signifikan terhadap fluktuasi daya beli masyarakat di Indonesia. Saat inflasi meningkat, harga barang dan jasa cenderung naik, yang pada gilirannya dapat mengurangi daya beli konsumen. Terutama, ketika kenaikan harga melebihi peningkatan pendapatan masyarakat, dampak negatif terhadap daya beli menjadi lebih terasa. Oleh karena itu, perubahan tingkat inflasi memiliki peran penting dalam membentuk tingkat daya beli masyarakat secara keseluruhan.
« Kembali ke daftar judul