Pengaruh Jumlah Uang Beredar terhadap Inflasi dan Suku Bunga, serta terhadap Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Penulis
Karari Budi Prasastia dan Edy Juwono Slamet
Jurnal
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Airlangga
Reviewer
Jovanka Jans Gabriella

Latar Belakang
Kebijakan moneter merupakan salah satu instrumen utama dalam kebijakan ekonomi makro. Dengan menggunakan kebijakan moneter pemerintah mampu mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kesempatan kerja, dan juga tingkat inflasi. Adapun kebijakan moneter salah satunya adalah mengedalikan jumlah uang beredar. Uang beredar memiliki dampak yang meluas terhadap variabel makro lainnya. Penelitian ini menganalisis pengaruh dari jumlah uang beredar terhadap variabel inflasi dan suku bunga, serta pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi dan suku bunga, menilai pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap investasi, serta mengkaji bagaimana investasi berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Metode
Dalam penelitian ini menggunakan teknik analsis TSLS. Dimana pengujian akan melalui beberapa tahap. Tahap pertama yaitu untuk menguji pengaruh dari jumlah uang beredar terhadaptingkat inflasi. Tahap kedua yaitu untuk menguji pengaruh dari jumlah uang beredar terhadap tingkat suku bunga. Dari dua tahap pengujian yang dilakukan akan menghasilkan variabel-variabel prediktor baik dari inflasi maupun suku bunga. Variabel inilah yang kemudian akan dipergunakan dalam pengujian tahap tiga. Pengujian tahap tiga digunakan untuk mengetahui pengaruh dari inflasi dan suku bunga prediktor terhadap tingkat investasi. Dari pengujian tahap tiga ini kemudian akan dihasilkan variabel prediktor dari investasi. Variabel ini kemudian akan dipergunakan dalam pengujian tahap empat. Pengujian tahap empat dimaksudkan untuk melihat pengaruh dari investasi prediktor terhadap pertumbuhan ekonomi.
Hasil dan Pembahasan
Pengujian yang dilakukan menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, inflasi dan suku bunga secara parsial tidak berpengaruh terhadap investasi, sehingga dalam jangka pendek perubahan dari inflasi dan suku bunga tidak akan mempengaruhi investasi. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan oleh adanya berbagai faktor yang mempengaruhi investasi diluar variabel inflasi dan suku bunga. Kedua, penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara simultan atau bersamasama inflasi dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap investasi dalam jangka panjang. Perubahan yang terjadi pada inflasi dan suku bunga dalam jangka panjang akan mempengaruhi ekspektasi investor dalam melakukan investasi. Ketidakstabilan kondisi makroekonomi akan menyebabkan investor enggan untuk malakukan investasi.
Kesimpulan
Jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat suku bunga di Indonesia. Inflasi dan suku bunga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat investasi di Indonesia. Sedangkan secara simultan atau bersama-sama tingkat inflasi dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap investasi di Indonesia. Sedangkan Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
« Kembali ke daftar judul