Penerapan Ekonomi Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan: Analisis Literatur Teoritis dan Empiris

Penulis
Loso Judijanto dan Al-Amin
Jurnal
Journal of Community Dedication
Reviewer
Nayla Rahmah Salsabilah

Latar Belakang
Penerapan ekonomi hijau dalam konteks pembangunan merupakan paradigma yang semakin diperhatikan untuk mengatasi tantangan lingkungan global sambil mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pendekatan teoritis menyoroti potensi pengurangan emisi, efisiensi sumber daya, dan transisi menuju penggunaan energi terbarukan. Secara empiris, bukti menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi hijau dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran, memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan ekonomi hijau dalam konteks pembangunan berkelanjutan dengan meninjau aspek teoritis maupun empiris yang ada. Penelitian ini berusaha mengkaji bagaimana ekonomi hijau dapat menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang dihadapi secara global.
Metode
Kajian pada penelitian ini menggunakan metode literatur. Metode penelitian literatur adalah pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen resmi, guna menjawab pertanyaan penelitian atau memahami suatu topik secara mendalam. Dalam metode ini, peneliti melakukan peninjauan yang sistematis dan kritis terhadap literatur yang relevan untuk mengidentifikasi tren, kesenjangan, dan pola dalam penelitian sebelumnya.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan penerapan ekonomi hijau juga mensyaratkan perubahan kebijakan dan regulasi pemerintah untuk mendukung praktik berkelanjutan. Ini termasuk subsidi untuk energi terbarukan, insentif pajak untuk bisnis yang ramah lingkungan, dan 55 regulasi ketat terhadap polusi dan penggunaan sumber daya alam. Pemerintah, bersama sektor swasta dan masyarakat sipil, harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi transformasi ekonomi ini. Kebijakan yang tepat akan merangsang investasi dalam teknologi hijau, mendukung penelitian dan pengembangan, serta mempercepat adopsi praktik yang berkelanjutan (Vassileva & Jovanović, 2021).
Kesimpulan
Dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam berbagai sektor, termasuk pertanian, energi, dan transportasi, ekonomi hijau menjamin akses yang lebih adil terhadap sumber daya dan peluang ekonomi, sehingga mengurangi kesenjangan sosial. Namun, keberhasilan transisi ini memerlukan sinergi antara kebijakan pemerintah, partisipasi aktif sektor swasta, dan kesadaran masyarakat dalam mendukung praktik berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dan komitmen jangka panjang merupakan kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi hijau.
« Kembali ke daftar judul