Dampak Makan Siang Gratis Pada Kondisi Keuangan Negara Dan Peningkatan Mutu Pendidikan
Penulis
Fanny I. Septiani, Nadia R., dan Alisa A.
Jurnal
JUPENSAL: Jurnal Pendidikan Universal
Latar Belakang
Pemberian makanan gratis merupakan salah satu janji pemilu yang dilontarkan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka. Program yang berfokus pada pemberian nutrisi yang tepat kepada anak-anak yang dikatakan bertujuan meningkatkan kemampuan belajar dan konsentrasi siswa/I di sekolah. Dengan menawarkan makan siang gratis kepada anak-anak, dikatakan bahwa mereka dapat meningkatkan prestasi akademik dan perhatian mereka di kelas. Melihat kondisi tersebut, pemerintah perlu menyusun rencana, anggaran, dan program yang komprehensif dan terstruktur bagi calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, di mana salah satu fokus pada program makan siang gratis ini diklaim untuk meningkatkan standar gizi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil.
Tujuan
Menganalisis dan mendeskripsikan dampak potensial dari implementasi Program Makan Siang Gratis terhadap kondisi fiskal negara serta prospek peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
Metode
Mengambil dari metode deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari beberapa sumber, yakni melalui wawancara kepada tenaga pendidik, pelajar dan orangtua yang masih memiliki anak sekolah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian melalui dari sumber-sumber data yang aktual dan terpercaya yang diolah kembali secara ringkas.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian, yang menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara dengan tenaga pendidik, pelajar, dan orang tua, menunjukkan bahwa Program Makan Siang Gratis (MSG) menimbulkan pandangan pro dan kontra dari masyarakat.
Pro: Terdapat anggapan bahwa program ini cocok untuk anak sekolah, karena mendapatkan asupan gizi yang baik dari program makan siang gratis, sedangkan untuk ibu hamil agar mendapatkan gizi yang tercukupi. Intinya, argumen berfokus pada penerapan gizi yang dikatakan merata.
Kontra: Dari sisi anggaran, program idealis ini memakan biaya yang sangat besar (diperkirakan mencapai Rp450 triliun), berpotensi membebani utang dan defisit negara jika tidak diimbangi dengan pemasukan yang memadai. Ini dinilai kurang efektif. Namun, jika memang diperuntukkan untuk rakyat yang menengah ke bawah, dapat membantu bagi kebutuhan makan mereka, sehingga sasaran dan program makan siang gratis lebih cocok untuk rakyat yang berada di ekonomi menengah ke bawah.
Kesimpulan
Perencanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) digaungkan menjadi salah satu alternatif mencegah kondisi stunting yang terjadi di indonesia. Dari program ini, sebagian masyarakat kecil dan para anak-anak serta ibu hamil mengatakan bahwa mereka merasakan dampak positif terhadap program makan siang gratis ini, yang di sisi lain, terdapat anggapan bentuk ketidakefektifan dari program ini apabila dilihat dari sisi anggaran negara, yang sangat membebani, terdapat juga isu ketidaksesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait makanan yang sudah tidak layak konsumsi (beracun) akhir-akhir ini, hingga dinilai perlu evaluasi ulang terkait segmentasi yang sebaiknya dikhususkan kepada penerima manfaat yang dinilai membutuhkan, yang akhirnya menimbulkan dua anggapan, menerima atau menolak terkait program tersebut.
« Kembali ke daftar judul