Pengaruh Resiko Ekonomi terhadap Penanaman Modal Asing di Negara ASEAN (Studi Kasus Perbandingan antara Negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei dan Myanmar)
Penulis
Alghifari Mahdi Igamo
Jurnal
Jurnal Ekonomi Pembangunan
Latar Belakang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami pengaruh risiko ekonomi terhadap penanaman modal asing di kawasan ASEAN. Dalam konteks ekonomi global, resiko negara atau country risk dianggap sebagai indikator utama yang menentukan daya tarik suatu negara terhadap investasi asing. Faktor-faktor seperti PDB riil, inflasi, nilai tukar, dan cadangan devisa menjadi komponen penting dalam menilai kondisi ekonomi yang kondusif bagi investor. Penelitian ini berupaya menjelaskan hubungan antara variabel ekonomi tersebut dengan keputusan penanaman modal asing di tujuh negara ASEAN.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh risiko ekonomi yang terdiri atas pertumbuhan PDB riil, inflasi, nilai tukar, dan cadangan devisa terhadap penanaman modal asing di negara-negara ASEAN selama periode 2004–2013, serta mengidentifikasi variabel mana yang berpengaruh signifikan terhadap arus masuk FDI.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dengan pendekatan fixed-effect model. Data yang digunakan bersifat sekunder, mencakup periode tahun 2004–2013 yang diperoleh dari berbagai sumber seperti World Bank, Trading Economics, dan International Country Risk Guide. Variabel independen yang diteliti meliputi pertumbuhan PDB riil, inflasi, nilai tukar, dan cadangan devisa, sementara variabel dependennya adalah penanaman modal asing (PMA).
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel PDB riil dan cadangan devisa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman modal asing di negara-negara ASEAN, sedangkan inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,837 menunjukkan bahwa sekitar 83,7% variasi penanaman modal asing dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan stabilitas cadangan devisa menjadi faktor penting dalam menarik investasi asing di kawasan ASEAN.
Kesimpulan
1. PDB Riil dan Cadangan Devisa berpengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman modal asing di negara-negara ASEAN.
2. Inflasi dan Nilai Tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap FDI.
3. Faktor dominan yang menentukan FDI di kawasan ASEAN adalah pertumbuhan ekonomi dan cadangan devisa, yang mencerminkan stabilitas serta kekuatan ekonomi suatu negara.
4. Pemerintah disarankan menjaga kestabilan ekonomi, memperkuat cadangan devisa, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik investor asing.
« Kembali ke daftar judul