Analisis Kausalitas Pariwisata, Konsumsi Energi Fosil, Pertumbuhan Ekonomi dan Emisi CO2 di Indonesia

Penulis
Riska Juliani, Dwi Rahmayani, Naswa Tabriza Akmala, dan Lisa Fatkul Janah
Jurnal
JDEP: Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan
Reviewer
Yulisca Sriyanti

Latar Belakang
Industri pariwisata menjadi salah satu penyumbang emisi CO₂ karena tingginya konsumsi energi berbasis bahan bakar fosil. Ketergantungan ini meningkatkan gas rumah kaca (GRK) yang memicu pemanasan global dan perubahan iklim, berdampak pada menurunnya kualitas udara, ancaman terhadap flora dan fauna, serta kerusakan lingkungan. Jika tidak dikendalikan, peningkatan suhu bumi akan terus memperburuk kondisi iklim dan kualitas lingkungan.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kausalitas antara variabel pariwisata, konsumsi energi fosil, pertumbuhan ekonomi, dan emisi CO2 yang ada di Indonesia.
Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa metode kepustakaan (library research). Metode analisis yang digunakan yaitu Vector Error Correction Model (VECM) untuk mengetahui hubungan kausalitas baik jangka pendek maupun jangka panjang antara keempat variabel yang digunakan. Pada penelitian ini metode VECM diolah dengan menggunakan software Eviews 9.
Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan kausalitas antara emisi CO₂ dan pariwisata, karena kedatangan wisatawan hanya memberi kontribusi kecil terhadap total emisi nasional. Sumber utama emisi berasal dari penggunaan bahan bakar fosil dalam aktivitas pariwisata, terutama transportasi. Selain itu, emisi CO₂ memiliki hubungan kausal satu arah dengan konsumsi energi fosil, di mana tingginya penggunaan bahan bakar konvensional meningkatkan emisi karena minimnya penggunaan energi ramah lingkungan. Sementara itu, tidak ditemukan kausalitas antara emisi CO₂ dan pertumbuhan ekonomi, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak didorong oleh konsumsi rumah tangga.
Kesimpulan
Hasil analisis menunjukkan bahwa pariwisata dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif signifikan terhadap emisi CO₂ dalam jangka pendek dan panjang, sedangkan energi fosil tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan emisi dan pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan naiknya konsumsi energi fosil yang juga mendorong sektor pariwisata. Karena itu, diperlukan program mitigasi dan pemulihan lingkungan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
« Kembali ke daftar judul