How Employer Branding Attract the Generation Z Students to Join on Start-up Unicorn
Penulis
Dediek Tri Kurniawan, Andro Agil Nur Rakhmad, Ooji Futari II, dan Yesiana Ihda Kusnayain
Jurnal
Jurnal Manajemen, Bisnis, dan Perbankan
Reviewer
Teguh Firmansyah
Latar Belakang
Persaingan perusahaan tidak hanya terkait dengan perebutan konsumen, tetapi juga dalam memperoleh karyawan yang berkualitas tinggi untuk meningkatkan nilai perusahaan. Salah satu strategi yang digunakan adalah employer branding, yakni upaya membangun citra perusahaan sebagai tempat kerja pilihan, mirip dengan konsep brand image dalam pemasaran. Employer branding mampu menarik talenta potensial dengan menekankan kesesuaian visi antara karyawan dan organisasi. Dalam konteks ini, muncul tantangan baru yaitu menarik generasi Z, kelompok yang lahir antara 1995–2009 dan saat ini mendominasi usia produktif di Indonesia maupun dunia. Generasi ini dikenal multitasking, melek teknologi, serta memiliki jiwa kebebasan. Kehadiran startup yang tumbuh pesat di tengah perkembangan teknologi semakin mempertegas pentingnya strategi employer branding untuk menarik dan mempertahankan talenta generasi Z.
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh employer branding terhadap ketertarikan generasi Z pada unicorn startup di Indonesia.
Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS 3.30. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang didistribusikan menggunakan Google Form kepada responden mahasiswa Generasi Z, dengan tahapan analisis meliputi measurement model dan structural model.
Hasil dan Pembahasan
"Penelitian ini menunjukkan bahwa variabel work culture serta salary & incentives tidak berpengaruh terhadap organizational attractiveness, sedangkan diversity dan ethics & CSR berpengaruh signifikan. Social media terbukti berpengaruh positif baik terhadap organizational attractiveness maupun employer of choice. Selain itu, organizational attractiveness berpengaruh signifikan terhadap employer of choice. Uji mediasi juga memperlihatkan bahwa organizational attractiveness memediasi pengaruh diversity, ethics & CSR, serta social media terhadap employer of choice.
Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Gen Z lebih tertarik pada aspek non-ekonomi, khususnya keberagaman, kepedulian sosial perusahaan, dan citra yang ditampilkan melalui media sosial. Faktor tersebut selaras dengan karakter Gen Z yang peduli isu sosial dan lingkungan, serta aktif mencari informasi melalui platform digital. Dengan demikian, organizational attractiveness menjadi faktor kunci karena Gen Z cenderung memilih perusahaan yang nilai dan citranya sesuai dengan nilai pribadi mereka.
Kesimpulan
Employer branding berpengaruh terhadap daya tarik Generasi Z pada unicorn start-up di Indonesia, terutama melalui dimensi ethics & CSR serta diversity, sedangkan salary & incentives tidak signifikan. Daya tarik organisasi mendorong keputusan memilih perusahaan sebagai employer of choice. Oleh karena itu, perusahaan unicorn di Indonesia dapat mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk memperkuat citra positif, terutama dengan menekankan program CSR dan kontribusi sosial guna menarik minat Generasi
« Kembali ke daftar judul