Transformasi Keputusan Pembelian Produk Lokal Melalui Seruan Aksi Boikot Pada Produk Pro Israel
Penulis
Ira Yanti, Sri Ramadhani, dan Nurbaiti
Jurnal
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan
Reviewer
Natasya Febriyola
Latar Belakang
Konflik Israel-Palestina merupakan salah satu konflik terpanjang dalam sejarah modern yang berakar pada perebutan wilayah, perbedaan agama, serta kepentingan politik dan ekonomi. Salah satu bentuk solidaritas global terhadap Palestina adalah gerakan boikot produk pro-Israel. Boikot ini telah berlangsung sejak pertengahan abad ke 20 dan kini semakin masif di era digital. Penelitian ini tidak hanya berupaya melihat dampak negatif dari aksi boikot, tetapi juga memosisikannya sebagai momentum strategis untuk mendorong tumbuhnya produk lokal di pasar domestik. Dengan melihat fenomena tersebut, penelitian ini menjadi penting untuk menggali lebih dalam bagaimana peluang produk lokal dapat berkembang seiring dengan perubahan perilaku konsumen akibat seruan boikot.
Tujuan
Studi ini bertujuan untuk mengungkap makna seruan untuk bertindak untuk memboikot produk pro-Israel bagi konsumen dalam mempertimbangkan keputusan pembelian dan menjelaskan transformasi preferensi konsumen terhadap produk lokal sebagai tanggapan atas seruan boikot.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan pengalaman dan pandangan individu terhadap seruan boikot produk pro-Israel serta peningkatan perhatian pada produk lokal. Penelitian ini dilakukan secara daring dengan melibatkan 9 responden masyarakat atau mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial yang kemudian dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria relevan terhadap tujuan penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara terbuka berbasis Google Form dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menemukan pola makna dalam jawaban yang diberikan oleh responden.
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seruan boikot terhadap produk pro-Israel memiliki makna simbolik dan moral yang kuat bagi konsumen, terutama dalam konteks solidaritas kemanusiaan. Responden mulai lebih selektif dan kritis dalam memilih produk, dengan mempertimbangkan apakah produk tersebut memiliki afiliasi dengan Israel. Hal ini menunjukkan adanya transformasi dalam perilaku konsumen, dari yang sebelumnya pasif menjadi lebih aktif dan sadar dalam pengambilan keputusan pembelian. Responden mulai mencoba dan bahkan mengadopsi produk lokal dalam konsumsi sehari hari.
Kesimpulan
Seruan ini mendorong munculnya kesadaran baru dalam perilaku konsumsi, di mana konsumen lebih kritis terhadap asal-usul produk dan menjadikan nilai sosial sebagai dasar pembelian. Aksi boikot memicu pergeseran preferensi dari produk global pro-Israel ke produk lokal, dipengaruhi oleh motivasi etis, solidaritas, dan pengalaman positif terhadap produk dalam negeri. Meski masih terkendala keterbatasan produk pengganti dan dominasi merek global, boikot membuka peluang bagi pertumbuhan produk lokal jika didukung peningkatan kualitas, promosi masif, dan kebijakan pemerintah yang berkelanjutan.
« Kembali ke daftar judul